Tentang Produk Blog FAQ Kontak

Sepatu Running Adidas: Ultraboost, Supernova & Adizero

10 April 2026 16 min read Tim Ranyeker Store

Kalau ngomongin sepatu running Adidas, satu kata yang langsung terlintas adalah: Boost. Teknologi foam Boost yang diperkenalkan Adidas di 2013 benar-benar mengubah game di industri sepatu lari. Energi yang kamu keluarkan saat menumpu dikembalikan lagi ke kaki - efisien, nyaman, dan addictive banget rasanya.

Di 2026, lini sepatu running Adidas semakin lengkap dan beragam. Ada Ultraboost yang premium dan serbaguna, Supernova yang harganya lebih terjangkau tapi tetap solid, dan Adizero Boston yang dirancang khusus buat pelari yang mau ngebut. Artikel ini akan bedah habis ketiga seri ini supaya kamu bisa pilih yang paling tepat.

Sepatu running Adidas Ultraboost Supernova dan Adizero
Review seri sepatu lari Adidas terpopuler di Indonesia

Teknologi di Balik Sepatu Running Adidas

Sebelum bahas masing-masing model, penting untuk paham dulu teknologi foam yang Adidas gunakan. Ini yang membedakan satu seri dengan yang lain dan sangat mempengaruhi feel saat lari.

Boost Foam

Boost adalah inovasi terbesar Adidas dalam dekade terakhir. Dibuat dari ribuan partikel TPU (Thermoplastic Polyurethane) yang dipanaskan dan dipadatkan, Boost punya kemampuan energy return yang sangat tinggi - lebih dari 80% menurut Adidas. Sifatnya juga unik: tetap lembut di suhu dingin dan tidak meleleh di panas. Buat pelari Indonesia yang lari di iklim tropis, ini relevan banget karena aspal bisa sangat panas di siang hari.

Lightstrike Pro

Lightstrike Pro adalah foam ringan yang Adidas kembangkan untuk lini performance dan racing. Lebih ringan dari Boost tapi dengan energy return yang tetap tinggi. Biasanya dipakai di sepatu Adizero yang fokus ke kecepatan. Di 2026, Adidas juga mulai mengkombinasikan Lightstrike Pro dengan Boost untuk daily trainer premium.

Primeknit dan Primeblue Upper

Upper Adidas yang paling iconic adalah Primeknit - kain stretch yang melacak kontur kaki seperti kaos kaki. Primeblue adalah versi yang dibuat dari bahan daur ulang (plastik laut). Keduanya punya breathability dan stretch yang excellent, tapi Primeblue sedikit lebih kaku di fase awal sebelum break-in.

Adidas Ultraboost 24 - Ikon yang Terus Berkembang

Ultraboost adalah flagship running shoe dari Adidas. Sejak generasi pertamanya di 2015, seri ini udah jadi sepatu running yang paling banyak dibicarakan di dunia. Di generasi ke-24 ini, Adidas melakukan banyak pembaruan yang signifikan.

Yang Baru di Ultraboost 24

Ultraboost 24 hadir dengan midsole yang lebih tebal - 10% lebih banyak Boost foam dibanding versi sebelumnya. Upper-nya pakai Primeknit+ yang diklaim 30% lebih kuat dari Primeknit biasa, dengan pattern weave yang berbeda di area-area kritis untuk durabilitas lebih baik. Continental rubber outsole juga hadir dengan pattern baru yang memberikan traksi lebih baik di permukaan basah.

Yang menarik, Ultraboost 24 punya sistem lacing yang didesain ulang dengan heel counter yang lebih firm. Ini address satu keluhan umum tentang Ultraboost generasi sebelumnya yang heel counter-nya terlalu soft sehingga terasa kurang precise di kecepatan tinggi.

Feel dan Performa

Ultraboost 24 terasa seperti lari di atas gelembung udara yang energik. Heel drop 10mm memberikan transisi yang smooth dari heel strike ke toe-off. Cushioning-nya sangat lembut di pace santai, tapi saat kamu naikkan tempo, responsivitasnya juga ikut naik karena Boost foam punya karakteristik yang semakin energik saat makin dikompresi.

Berat sekitar 310g untuk size 42 - sedikit lebih berat dari kompetitor di kelas yang sama, tapi sebanding dengan kenyamanan yang ditawarkan.

Versatilitas

Salah satu keunggulan Ultraboost adalah versatilitasnya. Ini bukan cuma sepatu lari - ini juga fashion statement. Banyak orang beli Ultraboost sebagai sneaker kasual yang kebetulan juga sangat nyaman buat lari. Kolaborasi Adidas dengan berbagai brand fashion membuat Ultraboost tersedia dalam ratusan colorway yang keren.

Adidas Supernova Rise - Best Value Running Shoe

Kalau kamu mau sepatu running Adidas yang serius tapi nggak mau keluar tiga jutaan, Supernova Rise adalah jawabannya. Ini seri yang sering diremehkan padahal performanya sangat solid untuk harganya.

Teknologi di Supernova Rise

Supernova Rise pakai kombinasi Dreamstrike+ foam yang baru - perpaduan antara BOOST di bagian atas dan Lightstrike di bagian bawah. Hasilnya adalah midsole yang terasa lebih ringan dari Ultraboost tapi tetap punya energy return yang bagus. Stack height lebih rendah dari Ultraboost, yang berarti feel yang lebih ground dan lebih maneuverable.

Upper-nya pakai mesh engineered yang breathable dengan beberapa panel yang di-print untuk struktur tambahan di area toebox dan midfoot. Nggak sepremium Primeknit, tapi lebih dari cukup untuk daily running dan lebih durable dalam jangka panjang.

Pengalaman Lari

Supernova Rise punya feel yang lebih "sporty" dibanding Ultraboost. Stack height yang lebih rendah bikin kamu lebih ngerasa tanah di bawah - ini yang beberapa pelari suka karena memberikan feedback yang lebih jelas soal stride dan foot strike. Transisi heel-to-toe smooth dan natural.

Berat sekitar 275g untuk size 42 - lebih ringan dari Ultraboost - yang bikin Supernova Rise lebih versatile. Bisa dipakai buat easy run, tempo run, bahkan interval training pendek.

Adidas Adizero Boston 12 - Speed Demon

Adizero Boston adalah seri yang berbeda dari dua sebelumnya. Ini bukan daily trainer yang diprioritaskan untuk kenyamanan - ini adalah sepatu yang dirancang untuk kamu yang mau lari lebih cepat. Boston sering disebut sebagai "speed trainer" atau "tempo shoe" dalam komunitas lari.

Teknologi Racing-Inspired

Adizero Boston 12 pakai kombinasi Lightstrike Pro di atas dan Lightstrike di bawah. Tidak ada Boost di sini - justru ini yang bikin Boston terasa sangat berbeda. Lightstrike Pro adalah foam yang jauh lebih firm dan responsif dibanding Boost, dirancang untuk high-impact running di kecepatan tinggi.

Stack height Boston 12 adalah 35mm di heel dan 25mm di forefoot dengan heel drop 10mm - tapi berkat foam yang firm, terasa jauh lebih "low profile" dibanding Ultraboost yang stack height-nya mirip. Ada juga EnergyRods di midsole - carbon fiber rods yang terinspirasi dari plat karbon di sepatu race - yang memberikan propulsive feel saat toe-off.

Buat Siapa Adizero Boston?

Boston bukan sepatu untuk recovery run atau easy day. Ini adalah senjata untuk race day atau latihan kecepatan. Kalau kamu sedang training untuk half marathon atau maraton dan ingin sepatu tempo, Boston adalah pilihan yang sangat kuat di harganya.

Feel-nya firm, responsif, dan "snappy" - setiap langkah terasa propulsive. Di pace cepat, Boston sangat enjoy dipakai. Di pace santai, sedikit kurang nyaman karena foam-nya yang firm nggak memberikan luxury cushioning seperti Ultraboost.

Tabel Perbandingan Sepatu Running Adidas

Spesifikasi Ultraboost 24 Supernova Rise Adizero Boston 12
Harga (approx.) Rp2,8 - 3,5 juta Rp1,6 - 2,1 juta Rp2,4 - 2,9 juta
Foam Utama Boost Dreamstrike+ (Boost+Lightstrike) Lightstrike Pro
Stack Height (heel) 40mm 34mm 35mm
Heel Drop 10mm 8mm 10mm
Berat (size 42) ~310g ~275g ~265g
Level Cushion High Medium Firm/Low
Responsivitas Medium-High Medium-High Very High
Tujuan Utama Daily training, fashion Daily training, versatile Tempo, race prep
Upper Primeknit+ Engineered Mesh Celermesh
Durabilitas 800-1000 km 700-900 km 600-800 km

Boost vs Lightstrike: Mana yang Lebih Baik?

Ini adalah pertanyaan yang sering banget ditanyain ke kami. Jawabannya: tergantung kebutuhan. Kedua foam ini excellent tapi untuk tujuan yang berbeda.

Pilih Boost Kalau...

Pilih Lightstrike Pro Kalau...

Buat kebanyakan pelari Indonesia yang berlari untuk kesehatan dan kebugaran (bukan kompetisi serius), Ultraboost atau Supernova Rise adalah pilihan yang lebih tepat. Adizero Boston lebih cocok buat yang sudah rutin minimal 30-40 km per minggu dan mau latihan kecepatan.

Tips Pilih Sepatu Running Adidas yang Tepat

Selain soal model, ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan waktu milih sepatu running Adidas:

  1. Kenali tipe foot strike kamu - heel striker, midfoot, atau forefoot. Ultraboost dengan heel drop 10mm sangat cocok untuk heel striker. Supernova Rise dengan 8mm lebih netral.
  2. Ukur kaki di sore hari - kaki mengembang sepanjang hari, terutama setelah aktivitas. Ukur di sore hari dan kasih ruang sekitar 1 cm di depan jempol kaki.
  3. Perhatikan lebar kaki - Adidas secara umum punya fit yang lebih narrow dibanding Nike. Kalau kamu punya kaki lebar, coba dulu sebelum beli atau cari yang tersedia dalam wide fit.
  4. Cek kondisi sol lama kamu - pola aus di sol lama bisa kasih info soal foot strike dan pronasi kamu. Share foto ke tim toko untuk rekomendasi yang lebih personal.
  5. Beli original dari toko terpercaya - Adidas Ultraboost adalah salah satu sepatu yang paling banyak dipalsukan. Beli dari Ranyeker Store atau toko resmi untuk jaminan keaslian.

FAQ Sepatu Running Adidas

Apakah Ultraboost bagus untuk lari setiap hari?

Ya, Ultraboost 24 adalah daily trainer yang sangat solid. Boost foam-nya tahan lama (800-1000 km) dan kenyamanannya konsisten dari awal sampai akhir run. Satu hal yang perlu diperhatikan: karena Primeknit upper-nya sangat stretch, Ultraboost nggak ideal untuk lari di hujan lebat karena bisa menyerap air. Untuk hari-hari hujan, pilih model dengan upper mesh yang lebih water-resistant.

Supernova Rise vs Ultraboost - mana yang lebih worth it?

Untuk pure running performance, Supernova Rise lebih worth it - lebih ringan, lebih versatile, dan harganya jauh lebih terjangkau. Ultraboost menang di kenyamanan yang lebih mewah dan versatilitas sebagai fashion sneaker. Kalau kamu beli sepatu untuk lari saja, Supernova Rise adalah pilihan yang lebih smart. Kalau kamu mau sepatu yang bisa lari sekaligus keren dipakai nongkrong, pilih Ultraboost.

Adizero Boston 12 cocok untuk pelari pemula?

Kurang cocok untuk pemula. Adizero Boston 12 dirancang untuk pelari yang sudah punya teknik dan base fitness yang baik. Foam Lightstrike Pro yang firm dan stack height yang lebih rendah butuh adaptasi yang lebih banyak. Untuk pemula, Supernova Rise atau Ultraboost jauh lebih forgiven dan lebih aman untuk mencegah cedera di fase awal training.

Berapa lama Boost foam bisa bertahan?

Boost foam adalah salah satu foam paling durable di industri sepatu lari. Secara umum, sepatu Ultraboost bisa bertahan 800-1000 km sebelum foam-nya kehilangan banyak cushioning. Tanda Boost sudah "mati": saat kamu menekan foam dengan jari, foam tidak segera kembali ke bentuk semula. Di tahap itu, saatnya ganti sepatu.

Di mana beli sepatu running Adidas yang original di Indonesia?

Adidas punya official store di berbagai kota besar dan website resmi adidas.co.id. Selain itu, Ranyeker Store adalah authorized retailer yang menjamin semua produk Adidas 100% original dengan garansi keaslian. Hindari beli dari reseller yang nggak punya track record jelas di marketplace karena Adidas Ultraboost termasuk sepatu yang paling banyak dipalsukan.

Kesimpulan

Ketiga seri sepatu running Adidas ini punya target yang jelas: Ultraboost untuk kenyamanan premium dan versatilitas, Supernova Rise untuk daily training yang balanced dan value-for-money, serta Adizero Boston 12 untuk pelari yang mau ngebut. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan dan level running kamu.

Yang paling penting sebelum beli, pastikan kamu beli yang original. Adidas Ultraboost adalah salah satu sepatu yang paling banyak dipalsukan di dunia - hati-hati dengan harga yang terlalu murah atau seller yang nggak punya reputasi jelas.

Cari Sepatu Running Adidas Original?

Ranyeker Store stok lengkap sepatu running Adidas - Ultraboost, Supernova, Adizero, dan seri lainnya. 100% original, harga kompetitif, free ongkir se-Indonesia!

Lihat Koleksi Adidas

Butuh bantuan milih? Chat tim Ranyeker Store dan kami siap bantu kamu nemuin sepatu running Adidas yang paling sesuai buat kebutuhan kamu.