Sepatu lari di jalan aspal, ilustrasi panduan memilih sepatu untuk lari 2026
Memilih sepatu lari dimulai dari mengukur kaki dengan benar, bukan dari merek. Tabel anggaran di artikel ini diambil dari situs resmi brand pada 5 Agustus 2026.

Apa Itu Sepatu Untuk Lari?

Sepatu untuk lari dirancang supaya gerakan maju terasa nyaman dan terkendali. Berbeda dari sepatu olahraga lapangan yang banyak menghadapi gerakan menyamping, sepatu lari biasanya mengutamakan transisi langkah, bantalan, fitting, dan traksi sesuai permukaan. Karakternya tetap beragam, jadi tidak ada satu pasang yang otomatis cocok untuk semua orang.

Kamu juga tidak harus jadi pelari berpengalaman untuk memilih dengan teliti. Justru, sepatu pertama sebaiknya terasa mudah dipakai dan tidak memaksa gaya langkah tertentu. Fokus pada kenyamanan aktual, bukan jargon teknologi. Kalau bingung mulai dari mana, panduan sepatu lari dapat menjadi referensi dasar.

Artikel ini membahas cara memilih berdasarkan kebutuhan. Untuk bagian harga, kami memakai angka yang benar-benar tercantum di situs resmi brand pada tanggal pengambilan, lengkap dengan tautannya, supaya kamu bisa memverifikasi sendiri. Spesifikasi dan harga bisa berubah, jadi detail akhir tetap perlu dicek pada halaman resmi produk saat kamu akan membeli.

Cara Mengukur Ukuran Kaki dengan Benar

Kalau hanya ada satu hal yang kamu ambil dari artikel ini, ambil yang ini. Ukuran yang salah membatalkan semua keunggulan teknis sepatu semahal apa pun, dan justru menjadi penyebab lecet, kuku menghitam, serta nyeri yang membuat orang berhenti berlari.

Kaki telanjang berdiri di atas selembar kertas putih di lantai dengan pensil di sampingnya
Mengukur panjang kaki cukup butuh selembar kertas, pensil, dan dinding. Berdiri dengan beban penuh, karena kaki memanjang dan melebar saat dibebani berat badan.
  1. Ukur sore hari atau setelah berlari. Kaki memuai sepanjang hari. Ukuran yang diambil pagi bisa 3 sampai 5 mm lebih pendek daripada kondisi kaki di kilometer kesepuluh.
  2. Pakai kaus kaki lari yang sebenarnya. Kaus kaki olahraga bisa memakan ruang setengah nomor dibanding kaus kaki tipis harian.
  3. Berdiri, jangan duduk. Tempel kertas ke dinding, berdiri di atasnya dengan tumit menempel dinding, lalu bebani kaki dengan berat badan penuh.
  4. Tandai ujung jari terpanjang. Pada sebagian orang, jari telunjuk kaki lebih panjang daripada jempol.
  5. Ukur kedua kaki, pakai angka yang lebih besar. Selisih 2 sampai 6 mm antara kiri dan kanan itu normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
  6. Tambahkan sekitar satu sentimeter ruang jari. Ini bagian yang paling sering dilewatkan. Saat berlari, kaki membengkak dan terdorong maju di setiap pendaratan. Tanpa ruang ini, kuku jempol akan membentur berulang sampai menghitam dan lepas beberapa minggu kemudian.

Setelah dapat angka panjang kaki dalam sentimeter, cocokkan ke tabel ukuran resmi seri yang kamu incar, bukan ke nomor sepatu yang biasa kamu pakai. Penomoran antar brand tidak seragam, dan bahkan antar seri dalam satu brand bisa berbeda. Nomor 42 di satu merek tidak menjamin nomor 42 di merek lain.

Kalau sempit tapi panjangnya sudah pas

Itu masalah lebar, bukan nomor. Menaikkan satu nomor untuk mengatasi lebar adalah solusi yang buruk: tumit jadi longgar, kaki bergeser di dalam sepatu setiap langkah, dan hasilnya lecet di tumit. Cari seri dengan potongan lebih lebar, atau ubah pola pemasangan tali untuk melepas tekanan di titik yang sempit.

Tes cepat saat mencoba di toko

  • Tes ibu jari. Tekan bagian depan sepatu saat kaki di dalam. Harus ada ruang selebar ibu jari antara ujung jari terpanjang dan ujung sepatu.
  • Tes kunci tumit. Berjalan beberapa langkah. Tumit tidak boleh terangkat dari sol.
  • Tes lebar telapak depan. Kaki tidak boleh terasa dijepit di sisi, dan sisi kaki tidak boleh menggantung keluar dari platform sol.
  • Coba sore hari, dan coba keduanya. Mencoba hanya satu sepatu adalah kesalahan klasik.

Outsole dan Permukaan: Aspal, Treadmill, Trail

Sepatu lari bukan kategori tunggal. Permukaan yang kamu injak menentukan jenis outsole yang masuk akal, dan salah memilih di sini berarti membayar untuk fitur yang tidak terpakai atau kehilangan traksi saat dibutuhkan.

Close-up pola tapak outsole karet dengan alur herringbone
Kedalaman dan pola alur outsole menentukan seberapa baik sepatu mencengkeram. Alur dangkal cukup untuk aspal, sementara medan lunak membutuhkan tonjolan yang jauh lebih dalam.
PermukaanKarakter outsole yang cocokYang perlu dihindari
Aspal dan trotoarKaret padat, alur dangkal, cakupan penuh di area ausTonjolan trail yang dalam, terasa mengganjal dan cepat aus di jalan keras
TreadmillKaret lebih tipis dan ringan, bantalan cukupOutsole trail agresif, tidak perlu dan bisa merusak sabuk treadmill
Jalan setapak tanahTonjolan sedang, karet sedikit lebih lunakSol jalanan yang rata, licin saat tanah basah
Trail berbatu atau berlumpurTonjolan dalam berjarak lebar, pelindung batu di bawah telapakSepatu balap bersol tipis, tidak ada perlindungan dari batu tajam
Lintasan atletikSol tipis dan ringan, karet cukup untuk grip sintetisBantalan sangat tebal, mengurangi rasa lintasan

Untuk mayoritas pelari di Indonesia yang berlari di aspal, trotoar, dan kadang treadmill, satu pasang sepatu jalanan sudah cukup. Kamu tidak perlu sepatu trail kecuali benar-benar rutin masuk jalur tanah. Sepatu trail yang dipakai di aspal terasa mengganjal, dan tonjolan karetnya justru cepat habis karena dirancang menancap ke permukaan lunak, bukan bergesekan dengan beton.

Perhatikan juga cakupan karetnya. Sebagian sepatu memangkas karet outsole di area yang tidak terlalu terbebani demi menghemat bobot, dan menyisakan busa yang terekspos. Itu bukan cacat, tetapi berarti sepatu tersebut lebih cepat aus kalau pola langkahmu kebetulan menekan area yang tidak terlapisi. Periksa telapak sepatu lamamu untuk tahu di mana kamu benar-benar menumpu.

Berapa Anggaran yang Masuk Akal?

Pertanyaan yang paling sering muncul dari pelari pemula adalah berapa yang perlu dikeluarkan. Daripada menjawab dengan kisaran karangan, berikut angka yang benar-benar tercantum di situs resmi brand pada tanggal pengambilan, sehingga kamu bisa memverifikasi sendiri lewat tautannya.

Harga per 5 Agustus 2026. Harga berubah mengikuti stok, ukuran, colorway, dan periode promo. Angka di bawah adalah kondisi pada tanggal tersebut, bukan patokan permanen. Buka lagi halaman sumbernya sebelum membeli.

KelasContoh modelHarga saat dicekCocok untukSumber
Entry, merek lokalSpecs AirglideRp 399.800Mulai lari rutin, jarak pendek sampai menengahspecs.id
Menengah, merek lokalSpecs Skyrunner EVRRp 419.880 (normal Rp 699.800)Latihan harian, pemakaian umumspecs.id
Atas, merek lokalSpecs Novaspeed SUBSXRp 899.800Sesi cepat, pelari yang sudah rutinspecs.id
Menengah, merek globalASICS Gel-Noosa Tri 16Rp 2.099.000Latihan dan lomba jarak menengahasics.co.id
Balap berpelat carbonASICS Metaspeed Sky TokyoRp 4.299.000Hari lomba bagi pelari yang mengejar waktuasics.co.id
Specs Skyrunner EVR tampak samping, sepatu lari untuk pemakaian umum
Specs Skyrunner EVR, contoh kelas menengah merek lokal. Harga normal Rp 699.800 dan saat dicek berada di Rp 419.880. Foto produk: specs.id.

Yang bisa dibaca dari sebaran ini: jarak antara sepatu lari yang layak dan sepatu balap teratas mencapai lebih dari sepuluh kali lipat. Untuk pelari yang baru mulai dan berlari beberapa kilometer beberapa kali seminggu, kelas Rp 400 ribuan sudah memberi bantalan, outsole, dan fitting yang memadai. Menambah anggaran ke kelas jutaan baru terasa masuk akal setelah jarak mingguanmu naik dan kamu punya sesi berintensitas tinggi.

Saran praktis yang jarang disebut: kalau anggaranmu terbatas, memiliki dua pasang sepatu kelas Rp 400 ribuan untuk dirotasi umumnya lebih menguntungkan daripada satu pasang seharga Rp 800 ribu. Busa midsole butuh waktu kembali ke bentuk semula setelah dibebani, dan rotasi memberi jeda itu sehingga total umur pakainya lebih panjang.

ASICS Gel-Noosa Tri 16 tampak samping, sepatu lari merek global kelas menengah
ASICS Gel-Noosa Tri 16 sebagai pembanding kelas menengah merek global, terdaftar Rp 2.099.000. Selisihnya terhadap kelas lokal menjelaskan kenapa merek lokal masuk akal untuk latihan rutin. Foto produk: asics.co.id.

Cara Memilih Sepatu Untuk Lari yang Tepat

Memilih sepatu untuk lari yang tepat membutuhkan pertimbangan matang. Berikut adalah panduan lengkap yang bisa kamu ikuti:

1. Pertimbangkan Material

Material merupakan faktor utama yang menentukan kualitas dan daya tahan produk. Material premium biasanya menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi yang telah melalui proses quality control ketat. Pastikan kamu memilih produk dengan material yang sesuai dengan kebutuhanmu.

2. Perhatikan Ukuran dan Fitting

Ukuran yang tepat sangat penting untuk kenyamanan. Kami sarankan untuk selalu mencoba terlebih dahulu atau menggunakan panduan ukuran yang tersedia. Di Ranyeker Store, kami menyediakan layanan konsultasi fitting gratis via WhatsApp.

3. Sesuaikan dengan Budget

Tentukan batas belanja sebelum melihat katalog. Harga dapat berubah menurut merek, seri, ukuran, kanal, dan promo, jadi cek informasi aktual ketika akan order. Bandingkan kenyamanan serta fungsi yang kamu butuhkan, sebab harga lebih tinggi belum tentu berarti fitting lebih cocok.

4. Cek Keaslian Produk

Pastikan asal produk dan identitas penjual jelas. Periksa foto, label ukuran, detail kondisi, kebijakan retur, serta bukti transaksi. Jika deskripsi terlalu umum atau ada informasi yang tidak konsisten, minta penjelasan sebelum membayar.

5. Sesuaikan dengan Permukaan

Rute aspal, treadmill, lintasan, dan jalur tanah punya kebutuhan berbeda. Untuk jalan raya, perhatikan rasa transisi dan pola outsole pada permukaan yang biasa kamu lewati. Untuk jalur tanah, kebutuhan traksi dan perlindungan bisa lebih tinggi. Jangan membawa sepatu ke medan yang jauh dari fungsi utamanya hanya karena tampilannya terlihat kuat.

6. Tentukan Jenis Sesi

Easy run, tempo, dan long run dapat terasa berbeda di kaki. Kalau kamu ingin satu pasang dulu, cari karakter yang nyaman pada mayoritas sesi, bukan yang cuma terasa seru saat dicoba sebentar. Pelari yang sudah punya sepatu harian dapat menambah pasangan lain berdasarkan kebutuhan nyata, bukan karena merasa wajib mengikuti rotasi orang lain.

7. Coba dengan Kaus Kaki Lari

Ketebalan kaus kaki memengaruhi fitting. Saat mencoba, pakai jenis yang biasa menemani latihan. Pastikan jari bisa bergerak, sisi kaki tidak tertekan, dan tumit tidak terangkat berlebihan. Coba kedua kaki karena ukurannya bisa sedikit berbeda. Jadikan kaki yang terasa lebih penuh sebagai acuan.

8. Rasakan Kuncian dan Stabilitas

Sepatu yang pas tidak harus diikat sekuat mungkin. Area tengah sebaiknya memegang kaki secara aman tanpa menekan punggung kaki. Jalan, berbelok, dan lakukan jog ringan bila memungkinkan. Bila pijakan terasa goyah atau kaki terus bergeser, jangan berharap masalah itu pasti hilang setelah dipakai lama.

9. Beri Waktu untuk Adaptasi

Mulai dengan sesi singkat supaya kamu bisa mengenali titik gesek atau tekanan. Naikkan pemakaian secara bertahap bila semuanya nyaman. Hentikan dan evaluasi kalau muncul rasa sakit tajam, kebas, atau keluhan yang tidak biasa. Sepatu baru boleh terasa berbeda, tetapi tidak seharusnya memaksa kamu mengabaikan sinyal tubuh.

Rekomendasi Sepatu Untuk Lari Terbaik 2026

Rekomendasi paling berguna dimulai dari profil pemakai, bukan nama model. Gunakan rekomendasi sepatu lari sebagai bahan membuat daftar pendek, lalu cek fitting dan detail terkini. Hindari menganggap model yang populer pasti cocok untuk bentuk kaki dan jadwalmu.

Untuk pemula: cari sepatu yang terasa natural saat jalan dan jog pelan. Pijakan yang mudah dikendalikan akan membantu kamu fokus membangun kebiasaan. Kamu tidak perlu konstruksi paling kaku atau desain paling heboh untuk memulai dengan baik.

Untuk latihan harian: utamakan kenyamanan upper, kestabilan, dan outsole yang cocok dengan rute. Sepatu harian akan menemani banyak tipe sesi, jadi karakter yang seimbang biasanya lebih praktis daripada rasa yang terlalu ekstrem.

Untuk sesi cepat: pilih transisi yang terasa sigap pada ritme kamu sendiri. Tes juga saat pace turun karena ada bagian pemanasan dan pendinginan. Sepatu yang menyenangkan saat sprint pendek belum tentu nyaman untuk keseluruhan sesi.

Untuk kaki lebar: cek ruang di bagian depan serta posisi kaki di atas platform sol. Menambah panjang ukuran tidak selalu menyelesaikan tekanan samping. Cari bentuk yang memang memberi volume memadai tanpa membuat tumit terlepas.

Untuk rute beragam: perhatikan pola tapak dan kontrol ketika berbelok. Jika rute sering berpindah antara aspal, paving, dan trotoar, cari karakter yang tetap dapat diprediksi. Untuk trail, gunakan kategori yang memang dirancang menghadapi tanah dan kondisi jalur.

Untuk jalan dan lari ringan: sepatu serbaguna sebaiknya tetap nyaman pada kecepatan rendah. Rasakan apakah bentuk sol membuat jalan terasa aneh atau natural. Kebutuhan ini sering terlewat karena orang hanya mencoba dengan beberapa langkah cepat.

Setelah punya beberapa kandidat, bandingkan memakai catatan yang sama. Tulis rasa di jari, kuncian tumit, tekanan pada sisi kaki, kestabilan, dan tujuan penggunaan. Jangan buru-buru memilih di menit pertama. Berjalanlah beberapa saat dan atur tali sampai pas sebelum menyimpulkan.

Belanja online butuh langkah tambahan. Ukur kaki mengikuti petunjuk merek, baca size chart untuk seri terkait, dan tanyakan kebijakan penukaran. Simpan hasil pengukuran dan bukti percakapan. Informasi tersebut membantu admin memberi saran, walau keputusan fitting akhir tetap ada pada pemakai.

Umur Pakai dan Tanda Harus Ganti

Sepatu lari tidak rusak mendadak. Bantalannya menurun perlahan, dan itulah yang berisiko: kamu terbiasa dengan sepatu yang sudah tidak meredam sampai muncul nyeri yang tidak biasa di lutut atau tulang kering.

Patokan berbasis waktu seperti "ganti setiap satu tahun" menyesatkan, karena pelari 10 km seminggu dan pelari 50 km seminggu memakai kalender yang sama. Yang lebih masuk akal adalah menghitung jarak tempuh. Catat kasar saja: berapa kilometer per minggu dikali berapa minggu sejak sepatu dibeli.

Empat tanda yang bisa kamu periksa sendiri

  • Pola tapak menipis di area tumpuan. Balik sepatunya. Kalau alur di bagian depan atau sisi luar tumit sudah rata sampai busanya terlihat, keausannya sudah lewat batas.
  • Kerutan melintang di dinding midsole yang tetap terlihat saat sepatu tidak dipakai. Artinya busa sudah kehilangan daya pantul, meskipun dari luar sepatu masih terlihat bagus.
  • Sepatu miring di meja datar. Letakkan keduanya di permukaan rata dan lihat dari belakang. Tumit yang condong ke dalam atau ke luar berarti struktur penyangganya sudah berubah bentuk.
  • Nyeri baru setelah lari. Pegal di telapak, tulang kering, atau lutut yang sebelumnya tidak ada sering menjadi gejala pertama bantalan yang habis, dan biasanya muncul sebelum kerusakannya terlihat mata.

Kalau outsole masih tebal tetapi terasa keras, ganti insole dulu sebelum ganti sepatu. Insole pengganti jauh lebih murah dan bisa memperpanjang masa pakai beberapa bulan. Sebaliknya, kalau tapaknya sudah habis sampai busa, insole baru tidak akan menolong apa pun.

Jangan pensiunkan sepatu lama ke tempat sampah

Sepatu lari yang sudah tidak layak untuk berlari umumnya masih sangat nyaman untuk jalan kaki, ke kampus, atau berdiri lama. Yang hilang adalah kemampuan meredam benturan berulang pada intensitas lari, bukan kenyamanan umumnya. Memindahkannya ke peran sehari-hari membuat sepatu barumu khusus dipakai berlari, dan itu memperpanjang umur keduanya.

Tips Merawat Sepatu Untuk Lari Supaya Awet

Investasi pada sepatu untuk lari berkualitas harus diimbangi dengan perawatan yang tepat. Berikut tips merawat produk olahraga agar tetap awet dan performanya terjaga:

Mulai dari kebiasaan sederhana setelah latihan. Longgarkan tali sebelum melepas sepatu agar bagian tumit tidak sering diinjak. Buang kerikil kecil yang terselip di outsole, lap cipratan yang masih mudah dibersihkan, lalu biarkan kelembapan keluar sebelum sepatu disimpan. Kalau sepatu kehujanan, lepas insole bila memungkinkan dan angin-anginkan di tempat teduh. Hindari panas langsung dan jangan menumpuk barang berat di atasnya. Perawatan seperti ini tidak menjamin usia tertentu, tetapi membantu menjaga bentuk dan membuat kondisi sepatu lebih gampang dipantau.

  • Bersihkan secara rutin - Setelah digunakan, segera bersihkan dari debu dan kotoran. Gunakan sikat lembut dan air sabun ringan.
  • Keringkan dengan benar - Jangan menjemur langsung di bawah sinar matahari. Angin-anginkan di tempat teduh untuk menghindari kerusakan material.
  • Simpan di tempat yang tepat - Gunakan tempat penyimpanan yang bersih, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
  • Gunakan sesuai fungsi - Setiap produk dirancang untuk aktivitas tertentu. Menggunakan produk sesuai fungsinya akan memperpanjang usia pakai.
  • Rotasi penggunaan - Jika memungkinkan, miliki lebih dari satu dan rotasikan penggunaannya agar masing-masing produk punya waktu istirahat.

Ranyeker Store juga menyediakan berbagai produk perawatan dan aksesoris pendukung. Cek koleksi lengkap kami di halaman produk.

Dimana Beli Sepatu Untuk Lari Original?

Membeli sepatu untuk lari original memang membutuhkan kehati-hatian ekstra. Maraknya produk palsu di pasaran membuat konsumen harus lebih selektif dalam memilih tempat belanja.

Sebelum order melalui Ranyeker Store, tanyakan stok dan detail aktual kepada admin. Informasi transaksi terbaru lebih relevan daripada asumsi di artikel, terutama untuk ukuran, kondisi, layanan kirim, dan kebijakan retur.

  • Konfirmasi nama produk dan ukuran yang tersedia
  • Minta detail atau foto aktual jika listing belum jelas
  • Tanyakan kebijakan retur pada kanal pembelian pilihanmu
  • Periksa alamat dan opsi pengiriman sebelum checkout
  • Simpan bukti transaksi sampai pesanan selesai

Siap Belanja Sepatu Untuk Lari?

Konsultasi gratis dan dapatkan rekomendasi terbaik dari tim kami!

Chat WhatsApp Sekarang
Baca Juga: Sepatu Buat Lari

Sudah tahu ukuran dan anggaranmu? Lanjutkan ke daftar pilihan yang lebih spesifik: rekomendasi sepatu lari pria, rekomendasi sepatu lari wanita, sepatu lari pria, dan sepatu lari wanita. Untuk perbandingan harga lintas brand, buka daftar harga sepatu lari dan pilihan sepatu lari murah. Kalau kamu sudah rutin dan mulai penasaran dengan sepatu berpelat, baca dulu panduan sepatu lari carbon serta daftar merk sepatu lari dan rekomendasi sepatu lari secara umum.

Untuk memeriksa regulasi dan daftar sepatu atletik yang disetujui, buka halaman informasi teknis World Athletics.

FAQ - Pertanyaan Umum tentang Sepatu Untuk Lari

Dimana beli sepatu untuk lari original?

Kamu bisa mengecek pilihan melalui website atau WhatsApp Ranyeker Store. Tanyakan stok, ukuran, kondisi, kelengkapan, dan kebijakan pembelian yang berlaku sebelum membayar.

Berapa harga sepatu untuk lari?

Harga bergantung pada merek, seri, ukuran, kanal penjualan, dan promo yang berlaku. Cek katalog atau hubungi admin untuk informasi aktual karena angka harga dalam artikel dapat cepat kedaluwarsa.

Apakah sepatu untuk lari di Ranyeker Store original?

Tanyakan sumber, kelengkapan, dan detail keaslian produk yang kamu incar kepada admin. Setelah menerima barang, cocokkan label, kode, kemasan, dan detail dengan informasi resmi merek terkait.

Bagaimana cara order sepatu untuk lari di Ranyeker Store?

Mulai dari website atau WhatsApp, konfirmasi produk dan ukuran, lalu ikuti instruksi transaksi pada kanal yang kamu pilih. Simpan bukti percakapan dan pembayaran sampai pesanan selesai.

Apakah bisa kirim ke luar Yogyakarta?

Jangkauan dan opsi jasa kirim perlu dikonfirmasi saat order karena bergantung pada alamat tujuan, kanal pembelian, dan layanan yang sedang tersedia.

Berapa anggaran minimal untuk sepatu lari yang layak?

Berdasarkan data yang kami ambil dari situs resmi brand pada 5 Agustus 2026, kelas entry merek lokal seperti Specs Airglide terdaftar Rp 399.800 dan sudah memberi bantalan, outsole, serta fitting yang memadai untuk mulai lari rutin. Menambah anggaran ke kelas jutaan baru terasa masuk akal setelah jarak mingguanmu naik dan kamu punya sesi berintensitas tinggi. Kalau anggaran terbatas, dua pasang kelas Rp 400 ribuan untuk dirotasi umumnya lebih menguntungkan daripada satu pasang seharga Rp 800 ribu.

Bagaimana cara mengukur ukuran kaki yang benar?

Ukur sore hari atau setelah berlari, pakai kaus kaki lari yang sebenarnya, lalu berdiri di atas selembar kertas dengan tumit menempel dinding dan beban badan penuh. Tandai ujung jari terpanjang, yang belum tentu jempol. Ukur kedua kaki dan pakai angka yang lebih besar, lalu tambahkan sekitar satu sentimeter ruang jari karena kaki membengkak dan terdorong maju saat berlari. Cocokkan hasilnya ke tabel ukuran resmi seri yang diincar, bukan ke nomor sepatu merek lain.

Sepatu lari jalanan boleh dipakai di trail?

Untuk jalan setapak tanah yang kering dan tidak terlalu curam, masih bisa. Untuk trail berbatu atau berlumpur, sebaiknya tidak, karena sol jalanan yang rata jadi licin di tanah basah dan tidak punya pelindung dari batu tajam di bawah telapak. Sebaliknya, sepatu trail yang dipakai di aspal terasa mengganjal dan tonjolan karetnya cepat habis. Untuk mayoritas pelari yang berlari di aspal dan trotoar, satu pasang sepatu jalanan sudah cukup.

Kapan sepatu lari harus diganti?

Hitung dari jarak tempuh, bukan umur bulan. Periksa empat tanda: pola tapak yang menipis sampai busa terlihat, kerutan melintang di dinding midsole yang tidak hilang, sepatu yang miring saat diletakkan di meja datar, dan nyeri baru di telapak, tulang kering, atau lutut setelah lari. Kalau tapak masih tebal tetapi terasa keras, ganti insole dulu. Sepatu lama yang sudah pensiun umumnya masih sangat nyaman untuk jalan kaki sehari-hari.